RSS

Landasan Teori

28 Nov

Pengertian Teori 

Menurut Kerlinger (1978) teori adalah seperangkat konstruk (konsep), definisi, dan proposisi yang berfungsi untuk melihat fenomena secara sistematik, melalui spesifikasi hubungan sehingga dapat berguna untuk menjelaskan dan meramalkan fenomena.

Wiliam Wiersma (1986) menyatakan bahwa teori adalah generalisasi atau kumpulan generalisasi yang dapat digunakan untuk menjelaskan berbagai fenomena secara sistematik.

Menurut Siti Rahayu (1999), suatu teori akan memperoleh arti penting bila dapat melukiskan, menerangkan dan meramalkan gejala yang ada.

Jenis-jenis Teori

  1. Teori deduktif: teori yang memberi keterangan yang dimulai dari suatu perkiraan/pikiran spekulatif tertentu ke arah data akan diterangkan.
  2. Teori induktif: cara menerangkan dari data ke arah teori.
  3. Teori fungsional: data mempengaruhi pembentukan teori dan pembentukan teori kembali mempengaruhi data.

Fungsi Teori dalam Penelitian

  • Menjelaskan (Explanation)
  • Meramalkan (Prediction)
  • Mengendalikan (Control)

Dalam penelitian kuantitatif  teori berfungsi untuk memperjelas masalah yang diteliti, sebagai dasar untuk merumuskan hipotesis dan sebagai referensi untuk menyusun instrumen penelitian.

Apa itu landasan teori???

Suatu landasan teori dari suatu penelitian tertentu atau karya ilmiah sering juga disebut sebagai studi literatur atau tinjauan pustaka. Salah satu contoh karya tulis yang penting adalah tulisan itu berdasarkan riset.

Melalui penelitian atau kajian teori diperoleh kesimpulan-kesimpulan atau pendapat-pendapat para ahli, kemudian dirumuskan pada pendapat baru.

Penulis harus belajar dan melatih dirinya untuk mengatasi masalah-masalah yang sulit, bagaimana mengekspresikan semua bahan dari bermacam-macam sumber menjadi suatu karya tulis yang memiliki bobot ilmiah.Yang dibahas pada landasan teori adalah teori-teori tentang ilmu-ilmu yang diteliti. Teori yang dikemukakan harus benar-benar menjadi dasar bidang yang diteliti. Selain itu, pada bagian ini juga dibahas temuan-temuan penelitian sebelumnya yang terkait langsung dengan penelitian.

Teori yang ditulis orang lain atau temuan penelitian orang lain yang dikutip harus disebut sumbernya untuk menghindari tuduhan sebagai pencuri karya orang lain tanpa menyebut sumbernya. Etika ilmiah tidak membenarkan seseorang melakukan pencurian karya orang lain.

 

Jenis Kutipan

Jenis kutipan di bagi menjadi 2 yaitu kutipan langsung dan kutipan tidak langsung

  1. Kutipan langsung

Kutipan langsung yang terdiri atas tidak lebih dari 3 baris atau tidak lebih dari 40 kata ditempatkan didalam paragraf sebagaimana baris yang lain, tetapi diapit oleh tanda petik dua (“…”) yang dimulai atau ditutup dengan identitas rujukan.

Contoh

Tolla (1996:89) menegaskan “Metode CBSA dalam pengajaran bahasa berdasarkan pendekatan komunikatif seharusnya berbeda denga metode CBSA dalam bidang studi yang lain. Cara yang lain adalah “Metode CBSA dalam pengajaran bahasa berdasarkan pendekatan komunikatif seharusnya berbeda denga metode CBSA dalam bidang studi yang lain.” (Tolla, 1996:89).

 

2. Kutipan tidak langsung

Kutipan tidak langsung yang terdiri atas lebih dari 3 baris atau lebih dari 40 kata diketik dalam paragraf  tersendiri  dengan spasi tunggal yang didahului dan ditutup dengan tanda petik dua (“…”)

Contoh

“Perihal perbedaan metode CBSA dalam pengajaran bahasa harus diwarnai oleh aktivitas berbahasa secara dinamis dan kreatif. Keaktifan secara intelektual tanpa disertai dengan keaktifan verbal tidak dapat dikatakan CBSA dalam pengajaran bahasa karena hakikat bahasa adalah tuturan lisan yang kemudian dikembangkan menjadi aturan lisan dan tulisan. Oleh karena itu, CBSA dalam pengajaran bahasa harus dimuati dengan kreativitas berbahasa sehingga nama yang poaling tepat adalah CBSA Komunikatif.”

 

Langkah menyusun landasan teori

1)   Menentukan teori yang sesuai dengan permasalahan

2)   Mencari referensi buku, artikel makalah yang membahas teori atau topik yang bersangkutan.

3)   Mengurutkan referensi berdasarkan tahun terbitnya untuk mengetahui alur perkembangan teori tersebut.

4)   Mengkaji masing-masing referensi untuk untuk menemukan kelemahan dan keunggulannya.

5)   Membahas,mempertimbangkan dan membandingkan antara referensi satu dengan referensi lain untuk mencari benang merah yang saling memperkokoh.

6)   Merumuskan kembali berdasarkan kajian masing-masing hasil teori dan dijadikan sebagai landasan teoritis dalam melakukan penelitian.

 

Contoh masalah: Landasan teori dan pendekatan sistem(sebuah landasan dalam teknologi pendidikan.)

Contoh landasan teori:

Pengertian pendidikan sebagai sebuah sistem adalah pendidikan sebagai suatu keseluruhan, baik teori mengenai sistem hingga sistem pendidikan nasional dan sekolah (Suparlan: 2008).

 

 

 

 

Referensi

Prof. Dr. Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan ( pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R &D)

Heri Maulana. Landasan Teori Dan Penbekatan Sistem ( sebuah landasan dalam teknologi Pendidikan)

Bahrul Ulum’s Weblog. Landasan teori, Kerangka Pikir dan Hipotesis Penelitan

About these ads
 
Tinggalkan komentar

Posted by pada November 28, 2011 in Tugas Kuliah

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: