RSS

Arsip Bulanan: November 2011

Ketidaksetaraan Gender dalam Pendidikan

Banyak laki-laki mengatakan, sungguh tidak mudah menjadi laki-laki karena masyarakat memiliki ekspektasi yang berlebihan terhadapnya. Mereka haruslah sosok kuat, tidak cengeng, dan perkasa. Ketika seorang anak laki-laki diejek, dipukul, dan dilecehkan oleh kawannya yang lebih besar, ia biasanya tidak ingin menunjukkan bahwa ia sebenarnya sedih dan malu. Sebaliknya, ia ingin tampak percaya diri, gagah, dan tidak memperlihatkan kekhawatiran dan ketidakberdayaannya.

Ini menjadi beban yang sangat berat bagi anak laki-laki yang senantiasa bersembunyi di balik topeng maskulinitasnya. Kenyataannya juga menunjukkan, menjadi perempuan pun tidaklah mudah. Stereotip perempuan yang pasif, emosional, dan tidak mandiri telah menjadi citra baku yang sulit diubah. Karenanya, jika seorang perempuan mengekspresikan keinginan atau kebutuhannya maka ia akan dianggap egois, tidak rasional dan agresif. Hal ini menjadi beban tersendiri pula bagi perempuan.Keadaan di atas menunjukkan adanya ketimpangan atau bias gender yang sesungguhnya merugikan baik bagi laki-laki maupun perempuan. Membicarakan gender tidak berarti membicarakan hal yang menyangkut perempuan saja.

Gender dimaksudkan sebagai pembagian sifat, peran, kedudukan, dan tugas laki-laki dan perempuan yang ditetapkan oleh masyarakat berdasarkan norma, adat kebiasaan, dan kepercayaan masyarakat. Hal yang ideal yang diharapkan oleh semua pihak pastilah adanya kesetaraan gender, namun apabila kita amati bahwa dalam kenyataanya yang terjadi justru adanya bias gender atau ketidaksetaraan gender. Bias gender dapat terjadi dalam berbagai hal termasuk pula dalam bidang pendidikan. Seperti apakah bentuk dari ketidaksetaraan gender atau bias gender dalam bidang pendidikan, khususnya di sektor pendidikan formal misalnya di sekolah?.

Read the rest of this entry »

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 30, 2011 in Sosiologi Gender

 

Landasan Teori

Pengertian Teori 

Menurut Kerlinger (1978) teori adalah seperangkat konstruk (konsep), definisi, dan proposisi yang berfungsi untuk melihat fenomena secara sistematik, melalui spesifikasi hubungan sehingga dapat berguna untuk menjelaskan dan meramalkan fenomena.

Wiliam Wiersma (1986) menyatakan bahwa teori adalah generalisasi atau kumpulan generalisasi yang dapat digunakan untuk menjelaskan berbagai fenomena secara sistematik.

Menurut Siti Rahayu (1999), suatu teori akan memperoleh arti penting bila dapat melukiskan, menerangkan dan meramalkan gejala yang ada.

Jenis-jenis Teori

  1. Teori deduktif: teori yang memberi keterangan yang dimulai dari suatu perkiraan/pikiran spekulatif tertentu ke arah data akan diterangkan.
  2. Teori induktif: cara menerangkan dari data ke arah teori.
  3. Teori fungsional: data mempengaruhi pembentukan teori dan pembentukan teori kembali mempengaruhi data.
  4. Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 28, 2011 in Tugas Kuliah

 

Penggunaan Sistem Bagi Hasil Sebagai Upaya Peningkatkan Solidaritas Kelompok Penambang Sumur Minyak ( Studi Kasus di Desa Ledok, Kecamatan Sambong , Kabupaten Blora).

LATAR BELAKANG

             Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki kekayaan alam atau sumber daya alam yang melimpah. Hampir disetiap wilayahnya terdapat berbagai potensi sumber daya alam, seperti potensi di sektor agraris seperti pertanian dan juga perkebunan serta di sektor penambangan seperti tambang minyak bumi yang sudah banyak diekspor keluar negeri. Dalam sektor agraris, khususnya pertanian lebih banyak terdapat didaerah pedesaan, hal itu karena lahan atau tanah yang disana masih dianggap sebagai sumber penghidupan bagi masyarakatnya sehingga mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai petani. Namun, sepertinya kepemilikan tanah sebagai lahan pertanian pun jumlahnya juga tidak sebanyak dulu, sehingga produksi akan hasil bahan pangan juga berkurang akibatnya negara kita harus mengimpor dari negara lain.

            Adanya keterbatasan jumlah lahan pertanian tidak membuat semangat dari masyarakat pedesaan yang ingin menggarap sawah dan menghasilkan padi sebagai sumber pangan mereka menjadi redup. Mereka akhirnya pun melakukan mekanisme sistem bagi hasil. Sistem bagi hasil sendiri menurut Tim Shariate Economics Lecture ( 2006:50) didefiniskan sebagai partnership antara dua belah pihak atau lebih dalam satu proyek , masing – masing pihak berhak atas segala keuntungan dan bertanggung jawab atas usaha yang dijalankan dengan baik dalam kondisi yang menguntungkan atau sebaliknya.

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 28, 2011 in Tugas Kuliah

 

PERSEPSI PARA ORANG TUA TENTANG PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK PRASEKOLAH (STUDI KASUS DI DESA LEDOK KECAMATAN SAMBONG KABUPATEN BLORA)

LATAR BELAKANG  MASALAH

Anak merupakan harta bagi setiap orang tua di dunia. Hal itu membuat setiap orang tua akan berusaha memberikan hal yang terbaik bagi anaknya, termasuk dalam hal pendidikan. Pendidikan paling dini dimulai dari lingkungan keluarga dan hal tersebut dapat dikatakan sebagai pendidikan awal bagi seorang anak sebelum mereka mendapatkan pendidikan di luar lingkungan keluarga seperti pendidikan formal.

Pemberian pendidikan sejak dini yang baik  pada anak akan memberi pengaruh pada proses perekembangan anak. Dalam Dictionary of Psychologi (1972) dan The Penguin Dictionary of Psychologi (1988) perkembangan diartikan sebagai tahapan-tahapan perubahan yang progresif yang terjadi dalam rentang kehidupan manusia dan organisme lainnya, tanpa membedakan aspek-aspek yang terdapat dalam diri organisme-organisme tersebut. Dari pengertian tersebut dapat dikatakan bahwa perkembangan merupakan tahapan dari perubahan aspek jasmani dan rohani manusia kearah yang lebih maju.

Secara umum ada tiga tahahan perkembangan yang dilalui oleh individu sampai dia menjadi dirinya sendiri ( person) yaitu tahapan proses konsepsi ( pembuahan sel ovum ibu oleh sel sperma ayah), tahapan proses kelahiran ( saat keluarnya bayi dari rahim ibu ke dunia bebas), dan tahapan proses perkembangan bayi tersebut menjadi seorang pribadi yang khas (Syah, 1997:48).
Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 28, 2011 in Tugas Kuliah

 

“Gank” dalam kelas

Ketika kita menuntut ilmu di sebuah lembaga pendidikan atau sekolah, maka secara tidak langsung kita juga akan berhubungan dengan banyak orang yang ada di lembaga tersebut, misalnya saja dengan guru dan peserta didik. Makin banyak intensitas pertemuan di antara mereka, maka akan mempengaruhi hubungan yang terjalin diantara mereka juga. Entah itu antara antara guru dengan guru, guru dengan peserta didik atau peserta didik dengan perserta didik.

Dengan komunikasi yang terjadi saat mereka berada di lingkungan sekolah, maka akan membuat mereka yang belum kenal menjadi kenal dan dari yang tidak akrab menjadi akrab. Sehingga suasana yang ada di lingkungan sekolah atau kelas menjadi lebih berwarna lagi. Namun terkadang komunikasi yang terjalin tidak lah sempurna sehingga tidak semua orang merasa akrab. Di dalam kelas misalnya, para siswa yang sudah merasa akrab dengan beberapa teman mereka satu kelas dan tidak bisa berkomunikasi dengan teman mereka yang lain maka, mereka cenderung akan membentuk blok atau “gank” yang anggotanya itu-itu saja.

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 28, 2011 in Tugas Kuliah

 

STRUKTUR ORGANISASI DAN PERANAN PERSONIL BK

  1. STUKTUR ORGANISASI BK DI SEKOLAH

Manajemen bimbingan dan konseling di sekolah agar bisa berjalan seperti yang diharapakan antara lain perlu dukungan oleh adanya organisasi yang jelas dan teratur. Organisasi yang demikian itu secara tegas mengatur kedudukan, tugas dan tanggung jawab para personil sekolah yang terlibat. Demikian pula, organisasi tersebut tergambar dalam struktur atau pola organisasi yang bervariasi yang tergantung pada keadaan dan karakteristik sekolah masing-masing. jika personil sekolah siswanya berjumlah banyak dengan didukung oleh personil sekolah yang memadai diperlukan sebuah pola organisasi bimbingan dan konseling yang lebih kompleks.

Struktur atau pola BK di sekolah adalah sebagai berikut:

a)      KANDEPDIKNAS
b)      KEPALA SEKOLAH DAN WAKASEK
c)      KOORDINATOR BK DAN KONSELOR SEKOLAH
Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 28, 2011 in Tugas Kuliah

 

KENDALA PENGAKSESAN PELAYANAN KESEHATAN OLEH MASYARAKAT MISKIN DI INDONESIA



         Kemiskinan yang melanda bangsa Indonesia telah terjadi sejak dulu bahkan  dari sebelum merdeka sampai sekarang, dan sampai saat ini masih di rasakan oleh sebagian masyarakat Indonesia.
Kemiskinan pada zaman dulu lebih diartikan sebagai keterbatasan dalam sumber daya ekonomi, namun sekarang jauh lebih kompleks meliputi : kurangnya fasilitas yang dapat dinikmati misalnya dalam pendidikan, pelayanan kesehatan, kemajuan teknologi dan kemudahan-kemudahan lain yang tersedia.

Kemiskinan dan kesehatan adalah dua hal yang sangat berkaitan satu sama lain.Walaupun keduanya tidak berhubungan namun sekarang dapat dikaji keterkaitan antara keduanya. Dalam suatu masyarakat tentunya dapat dibedakan mana yang merupakan tergolong sebagai masyarakat kaya, menengah, dan miskin. Adanya penggolongan tersebut juga berimbas dalam masalah aspek kehidupannya, termasuk di dalamnya yaitu aspek kesehatan. Dapat diibaratkan misalnya dalam suatu keluarga yang tergolong kaya maka kualitas kehidupannya akan jauh lebih baik termasuk dalam urusan kesehatannya. Hal ini jelas berlawanan dengan keluarga yang tergolong miskin, jangankan memperhatikan kesehatan dalam urusan makan pun mereka terkesan kesulitan.

       
Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 28, 2011 in Sosiologi Kesehatan