RSS

“Gank” dalam kelas

28 Nov

Ketika kita menuntut ilmu di sebuah lembaga pendidikan atau sekolah, maka secara tidak langsung kita juga akan berhubungan dengan banyak orang yang ada di lembaga tersebut, misalnya saja dengan guru dan peserta didik. Makin banyak intensitas pertemuan di antara mereka, maka akan mempengaruhi hubungan yang terjalin diantara mereka juga. Entah itu antara antara guru dengan guru, guru dengan peserta didik atau peserta didik dengan perserta didik.

Dengan komunikasi yang terjadi saat mereka berada di lingkungan sekolah, maka akan membuat mereka yang belum kenal menjadi kenal dan dari yang tidak akrab menjadi akrab. Sehingga suasana yang ada di lingkungan sekolah atau kelas menjadi lebih berwarna lagi. Namun terkadang komunikasi yang terjalin tidak lah sempurna sehingga tidak semua orang merasa akrab. Di dalam kelas misalnya, para siswa yang sudah merasa akrab dengan beberapa teman mereka satu kelas dan tidak bisa berkomunikasi dengan teman mereka yang lain maka, mereka cenderung akan membentuk blok atau “gank” yang anggotanya itu-itu saja.


Pembentukan “gank” atau blok tersebut bisa saja dilandasi oleh banyak faktor, misalnya saja karena antara mereka terdapat banyak kesamaan selera, hobby, tempat tinggal atau kesamaan kelas sosial. Di dalam “gank” yang anggotanya ada dalam satu kelas, biasanya kesolidan mereka ditunjukkan dengan selalu bersama baik itu ketika mereka berada di sekolah dan melakukan kegiatan bersama-sama ataupun diluar sekolah. Adanya kesolidan tersebut dikarenakan anggotanya menyadari dirinya merupakan bagian dari ”gank”. Mereka juga mempunyai struktur, misalnya saja ada yang jadi ketua gank dan yang lain menjadi anggota tetap. Sekalipun kegiatan yang mereka lakukan tidak selalu positif, namun kesolidan mereka patut untuk diberi apresiasi, karena kesolidan merupakan salah satu ciri dari sebuah “gank” atau kelompok.

“Gank” yang ada di dalam kelas tersebut dapat dikatakan sebagai suatu kelompok sosial. Hal itu karena “gank” tersebut memenuhi kriteria sebagai suatu kelompok sosial yaitu: (1) terdiri dari beberapa orang,(2) orang-orang tersebut menyadari bahwa dirinya adalah anggotanya, (4) adanya hal yang mengikat antar anggotanya, misalnya saja persamaan hobby dan tempat tinggal. Sebuah aspek yang menarik dari kelompok sosial tersebut dalam hal ini adalah “ gank” adalah bagaimana caranya mengendalikan anggota-anggotanya. Para sosiolog tertarik oleh cara-cara kelompok tersebut dalam mengatur tindakan-tindakan anggotanya agar kelompoknya selalu dalam keadaan yang harmonis. Namun yang perlu diingat adalah bahwa kelompok tersebut merupakan tempat kekuatan-kekuatan sosial berhubungan, berkembang, memegang peranan dan juga mengalami disorganisasi.

Manusia merupakan makhluk yang memiliki segi jasmaniah (raga) dan rohaniah ( jiwa). Dalam segi rohaniah, manusia terdiri dari pikiran dan perasaan. Apabila semua itu diserasikan, maka akan menghasilkan kehendak yang kemudian menjadi landasan untuk bertindak. Sikap untuk bertindak itulah yang kemudian menjadi landasan gerak segi jasmaniah manusia. Sedangkan dari segi rohaniah di dalam proses pergaulan hidup dengan sesamanya maka akan menghasilkan kepribadian. Proses pembentukan kepribadian dalam diri manusia berlangsung terus sampai dia mati. Proses pembentukan kepribadian seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik yang berasal dari lingkungan. Kepribadian mencakup berbagai unsur yang hakikatnya merupakan suatu kesatuan yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berkaitan.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 28, 2011 in Tugas Kuliah

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: