RSS

Arsip Kategori: Sosiologi Gender

Ketidaksetaraan Gender dalam Pendidikan

Banyak laki-laki mengatakan, sungguh tidak mudah menjadi laki-laki karena masyarakat memiliki ekspektasi yang berlebihan terhadapnya. Mereka haruslah sosok kuat, tidak cengeng, dan perkasa. Ketika seorang anak laki-laki diejek, dipukul, dan dilecehkan oleh kawannya yang lebih besar, ia biasanya tidak ingin menunjukkan bahwa ia sebenarnya sedih dan malu. Sebaliknya, ia ingin tampak percaya diri, gagah, dan tidak memperlihatkan kekhawatiran dan ketidakberdayaannya.

Ini menjadi beban yang sangat berat bagi anak laki-laki yang senantiasa bersembunyi di balik topeng maskulinitasnya. Kenyataannya juga menunjukkan, menjadi perempuan pun tidaklah mudah. Stereotip perempuan yang pasif, emosional, dan tidak mandiri telah menjadi citra baku yang sulit diubah. Karenanya, jika seorang perempuan mengekspresikan keinginan atau kebutuhannya maka ia akan dianggap egois, tidak rasional dan agresif. Hal ini menjadi beban tersendiri pula bagi perempuan.Keadaan di atas menunjukkan adanya ketimpangan atau bias gender yang sesungguhnya merugikan baik bagi laki-laki maupun perempuan. Membicarakan gender tidak berarti membicarakan hal yang menyangkut perempuan saja.

Gender dimaksudkan sebagai pembagian sifat, peran, kedudukan, dan tugas laki-laki dan perempuan yang ditetapkan oleh masyarakat berdasarkan norma, adat kebiasaan, dan kepercayaan masyarakat. Hal yang ideal yang diharapkan oleh semua pihak pastilah adanya kesetaraan gender, namun apabila kita amati bahwa dalam kenyataanya yang terjadi justru adanya bias gender atau ketidaksetaraan gender. Bias gender dapat terjadi dalam berbagai hal termasuk pula dalam bidang pendidikan. Seperti apakah bentuk dari ketidaksetaraan gender atau bias gender dalam bidang pendidikan, khususnya di sektor pendidikan formal misalnya di sekolah?.

Read the rest of this entry »

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 30, 2011 in Sosiologi Gender

 

PROBLEMATIKA PEREMPUAN INDONESIA DI ERA PEMBANGUNAN

 
Komentar Dinonaktifkan pada PROBLEMATIKA PEREMPUAN INDONESIA DI ERA PEMBANGUNAN

Ditulis oleh pada November 28, 2011 in Sosiologi Gender

 

Ketika Perempuan Menjatuhkan Pilihan

Ini adalah cerita nyata yang diambil dari via internet dan ditulis oleh Dian yustisia. Dalam tulisannya Dian menceritakan kisah teman perempuannya. Kebetulan  temannya  tersebut  memilki seorang adik yang juga perempuan. Kakak beradik tersebut dulunya sama-sama  mengenyam pendidikan di sekolah yang ternama. Hanya saja, setelah menyelesaikan  sekolahnya sang kakak memilih menjadi ibu rumah tangga dan mengurus putri pertamnya, sedangkan sang adik memilih untuk melanjutkan sekolahnya sampai akhirnya sekarang dia memperoleh pekerjaan yang mentereng dengan gaji dollar. Teman perempuan Dian merasa terpojokkan oleh orang tua dan adiknya karena keputusan yang dia ambil untuk menjadi seorang ibu rumah tangga. Yang paling ramai menyepelekannya tentulah sang adik karena merasa pekerjaanya lebih memliki pamor dibanding pekerjaan sang kakak yang hanya seorang ibu rumah tangga.Hal ini pun merembet pada suami sang kakak yang ikut mengecilkan kedudukan sang istri yang tiap hari bekerja keras untuk keluarga. Lagi-lagi akan terdengar kalimat “sayang ilmu kamu nggak terpakai” atau akan muncul keluhan-keluhan seakan sang istri tidak membantu suami secara material tentunya.
Read the rest of this entry »
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 27, 2011 in Sosiologi Gender

 

Tag: